Latest Posts

TIADA TUHAN SELAIN ALLAH





Saturday, 21 May 2016

Keutamaan Bulan Sya'ban

No comments:
Banyak di antara kaum muslimin yang terjebak dalam amalan-amalan bid’ah di bulan Sya’ban ini karena mereka mengamalkan hadits-hadits yang statusnya lemah, lemah sekali dan bahkan palsu. Padahal terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan dengan rinci bagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam mengisi bulan yang mulia ini.
Berikut ini kami sampaikan sekelumit tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam mengisi bulan Sya’ban dan beberapa persiapan yang selayaknya dilakukan oleh kaum muslimin dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati.

Bulan puasa sunnah

Bulan Sya’ban adalah bulan yang disukai untuk memperbanyak puasa sunah. Dalam bulan ini, Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah. Bahkan beliau hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah. Berikut ini dalil-dalil syar’i yang menjelaskan hal itu:
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Dalam riwayat lain Aisyah berkata:
كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ : مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
Dari Ummu Salamah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya’ban dan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi no. 726, An-Nasai 4/150, Ibnu Majah no.1648, dan Ahmad 6/293)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menulis: “Hadits ini merupakan dalil keutamaan puasa sunah di bulan Sya’ban.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari)
Imam Ash-Shan’ani berkata: Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengistimewakan bulan Sya’ban dengan puasa sunnah lebih banyak dari bulan lainnya. (Subulus Salam Syarh Bulughul Maram, 2/239)
Maksud berpuasa dua bulan berturut-turut di sini adalah berpuasa sunah pada sebagian besar bulan Sya’ban (sampai 27 atau 28 hari) lalu berhenti puasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadhan, baru dilanjutkan dengan puasa wajib Ramadhan selama satu bulan penuh. Hal ini selaras dengan hadits Aisyah yang telah ditulis di awal artikel ini, juga selaras dengan dalil-dalil lain seperti:
Dari Aisyah RA berkata: “Aku tidak pernah melihat beliau SAW lebih banyak berpuasa sunah daripada bulan Sya’ban. Beliau berpuasa di bulan Sya’ban seluruh harinya, yaitu beliau berpuasa satu bulan Sya’ban kecuali sedikit (beberapa) hari.” (HR. Muslim no. 1156 dan Ibnu Majah no. 1710)
Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan puasa (sunah) sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali jika seseorang telah biasa berpuasa sunnah (misalnya puasa Senin-Kamis atau puasa Daud—pent) maka silahkan ia berpuasa pada hari tersebut.” (HR. Bukhari no. 1914 dan Muslim no. 1082)

Bulan kelalaian

Para ulama salaf menjelaskan hikmah di balik kebiasaan Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah di bulan Sya’ban. Kedudukan puasa sunah di bulan Sya’ban dari puasa wajib Ramadhan adalah seperti kedudukan shalat sunah qabliyah bagi shalat wajib. Puasa sunah di bulan Sya’ban akan menjadi persiapan yang tepat dan pelengkap bagi kekurangan puasa Ramadhan.
Hikmah lainnya disebutkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid R.A, ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban? Beliau SAW menjawab:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إِلى رَبِّ العَالمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عملي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini)

Bulan menyirami amalan-amalan shalih

Di bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, shalat tahajud dan witir, shalat dhuha, dan sedekah. Untuk mampu melakukan hal itu semua dengan ringan dan istiqamah, kita perlu banyak berlatih. Di sinilah bulan Sya’ban menempati posisi yang sangat urgen sebagai waktu yang tepat untuk berlatih membiasakan diri beramal sunah secara tertib dan kontinu. Dengan latihan tersebut, di bulan Ramadhan kita akan terbiasa dan merasa ringan untuk mengerjakannya. Dengan demikian, tanaman iman dan amal shalih akan membuahkan takwa yang sebenarnya.
Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman.”
Beliau juga berkata: “Bulan Rajab itu bagaikan angin. Bulan Sya’ban itu bagaikan awan. Dan bulan Ramadhan itu bagaikan hujan.”
Barangsiapa tidak menanam benih amal shalih di bulan Rajab dan tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Sya’ban, bagaimana mungkin ia akan memanen buah takwa di bulan Ramadhan? Di bulan yang kebanyakan manusia lalai dari melakukan amal-amal kebajikan ini, sudah selayaknya bila kita tidak ikut-ikutan lalai. Bersegera menuju ampunan Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya adalah hal yang harus segera kita lakukan sebelum bulan suci Ramadhan benar-benar datang.

Bulan persiapan menyambut bulan Ramadhan

Bulan Sya’ban adalah bulan latihan, pembinaan dan persiapan diri agar menjadi orang yang sukses beramal shalih di bulan Ramadhan. Untuk mengisi bulan Sya’ban dan sekaligus sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, ada beberapa hal yang selayaknya dikerjakan oleh setiap muslim.

a. Persiapan iman, meliputi:

  • Segera bertaubat dari semua dosa dengan menyesali dosa-dosa yang telah lalu, meninggalkan perbuatan dosa tersebut saat ini juga, dan bertekad bulat untuk tidak akan mengulanginya kembali pada masa yang akan datang.
  • Memperbanyak doa agar diberi umur panjang sehingga bisa menjumpai bulan Ramadhan.
  • Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban agar terbiasa secara jasmani dan rohani. Ada beberapa cara puasa sunah yang dianjurkan di bulan Sya’ban, yaitu: Puasa Senin-Kamis setiap pekan ditambah puasa ayyamul bidh (tanggal 13,14 dan 15 Sya’ban), atau puasa Daud, atau puasa lebih bayak dari itu dari tanggal 1-28 Sya’ban.
  • Mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an dengan cara membaca lebih dari satu juz per hari, ditambah membaca buku-buku tafsir dan melakukan tadabbur Al-Qur’an.
  • Meresapi kelezatan shalat malam dengan melakukan minimal dua rakaat tahajud dan satu rekaat witir di akhir malam.
  • Meresapi kelezatan dzikir dengan menjaga dzikir setelah shalat, dzikir pagi dan petang, dan dzikir-dzikir rutin lainnya.

b. Persiapan Ilmu, meliputi:

  • Mempelajari hukum-hukum fiqih puasa Ramadhan secara lengkap, minimal dengan membaca bab puasa dalam (terjemahan) kitab Minhajul Muslim (syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi) atau Fiqih Sunnah (syaikh Sayid Sabiq) atau Shahih Fiqih Sunnah (Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayid Salim) atau pedoman puasa (Tengku Moh. Hasbi Ash-Shidiqi) atau buku lainnya.
    Laporkan iklan tak layak ⤴
  • Mempelajari rahasia-rahasia, hikmah-hikmah, dan amalan-amalan yang dianjurkan atau harus dilaksanakan di bulan Ramadhan, dengan membaca buku-buku yang membahas hal itu. Misal (terjemahan) Mukhtashar Minhjaul Qashidin (Ibnu Qudamah Al-Maqdisi) atau Mau’izhatul Mu’minin (Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi) atau buku-buku dan artikel-artikel para ulama lainnya.
  • Mempelajari tafsir ayat-ayat hukum yang berkenaan dengan puasa, misalnya dengan membaca (terjemahan) Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (Ibnu Katsir), atau Tafsir Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an (Al-Qurthubi), atau Tafsir Adhwa-ul Bayan (Asy-Syinqithi).
  • Mempelajari buku-buku akhlak yang membantu menyiapkan jiwa untuk menyambut bulan Ramadhan.
  • Mendengar ceramah-ceramah para ustadz/ulama yang membahas persiapan menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan.
  • Mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an sebagai persiapan bacaan dalam shalat Tarawih, baik bagi calon imam maupun orang yang shalat tarawih sendirian di akhir malam (tidak berjama’ah ba’da Isya’ di masjid).
  • Mendengarkan bacaan murattal shalat tarawih para imam masjid yang terkenal keahliannya di bidang tajwid, hafalan, dan kelancaran bacaan.

c. Persiapan dakwah, meliputi:

  • Menyiapkan materi-materi untuk kultum, taushiyah, ceramah, khutbah Jum’at dan dakwah bil lisan lainnya.
  • Membuat serlebaran, brosur, pamflet, majalah dinding, buletin dakwah dan lembar-lembar dakwah yang mengingatkan kaum muslimin tentang tata cara menyambut Ramadhan.
  • Mengikuti kultum, ceramah-ceramah, dan pengajian-pengajian yang diadakan di sekitar kita (lingkungan masjid, tempat kerja, tempat belajar-mengajar) baik sebagai pemateri atau peserta sebagai bentuk persiapan dan pembiasaan diri untuk mengikuti kegiatan serupa di bulan Ramadhan.
  • Mengadakan pesantren kilat, kursus keislaman, islamic study dan acara-cara sejenis.

d. Persiapan Keluarga, meliputi:

  • Menyiapkan anak-anak dan istri untuk menyambut kedatangan Ramadhan dengan mengenalkan kepada mereka persiapan-persiapan yang telah disebutkan di atas.
  • Membiasakan mereka untuk menjaga shalat lima waktu, shalat sunnah Rawatib, shalat dhuha, shalat malam (tahajud dan witir), dan membaca Al-Qur’an.
  • Memberikan taushiyah /kultum harian jika memungkinkan.
  • Meminimalkan hal-hal yang melalaikan mereka dari amal shalih di bulan Sya’ban dan Ramadhan, seperti musik-musik dan lagu-lagu jahiliyah, menonton TV, dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak membawa manfaat di akhirat.
  • Menyisihkan sebagian pendapatan untuk sedekah di bulan ini dan bulan Ramadhan.

e. Persiapan Mental

  • Menyiapkan tekad yang kuat dan sungguh-sungguh untuk:
  • Membuka lembaran hidup baru dengan Allah SWT, sebuah lembaran putih yang penuh dengan amal ketaatan dan berisi sedikit amal-amal keburukan
  • Membuat hari-hari kita di bulan Ramadhan tidak seperti hari-hari kebiasaan kita di bulan lain yang penuh dengan kelalaian dan kemaksiatan
  • Meramaikan masjid dengan melakukan shalat lima waktu secara berjama’ah di masjid terdekat dan menghidupkan sunah-sunah ibadah yang telah lama kita tinggalkan, seperti: bertahan di masjid ba’da Subuh sampai terbitnya matahari untuk dzikir, tilawah Al-Qur’an, atau belajar-mengajar; hadir di masjid sebelum adzan dikumandangkan; bersegera ke masjid untuk mendapatkan shaf awal; menunggu kedatangan imam dengan shalat sunnah dan niat I’tikaf; dst.
  • Membersihkan puasa dari hal-hal yang merusak pahalanya, seperti bertengkar, sendau gurau dan perbuatan-perbuatan iseng yang sekedar untuk mengisi waktu tanpa membawa manfaat akhirat sedikit pun (main catur, main kartu, nongkrong bareng sambil menyanyi dan main gitar; dst)
  • Menjaga dan membiasakan sikap lapang dada dan pemaaf
  • Beramal shalih di bulan Ramadhan dan memulai banyak niat sedari sekarang. Seperti; niat bertaubat, niat membuka lembaran hidup baru dengan Allah, niat memperbaiki akhlak, niat berpuasa ikhlas karena Allah semata, niat mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sekali, niat shalat tarawih dan witir, niat memperbanyak amalan sunah, niat mencari ilmu, niat dakwah, niat membantu menolong dan menyantuni sesama muslim yang membutuhkan, niat memperjuangkan agama Allah, niat umrah, niat jihad dengan harta, niat I’tikaf; dst)

f. Persiapan Jihad melawan hawa nafsu

  • Mengekang hawa nafsu dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan keinginan hidup mewah, boros, kikir, dan menikmati makanan-minuman yang lezat atau pakaian yang baru di bulan Ramadhan
  • Membiasakan lisan untuk mengatakan perkataan-perkataan yang baik dan bermanfaat; mencegahnya dari mengucapkan perkataan-perkataan keji, jorok, menggunjing, mengadu domba, dan perkataan-perkataan yang tidak membawa manfaat di akhirat
  • Mencegah hawa nafsu dari keinginan untuk melampiaskan kemarahan, kesombongan, penyimpangan, kemaksiatan dan kezaliman
  • Membiasakan diri untuk hidup sederhana, ulet, sabar, dan sanggup memikul beban-beban dakwah dan jihad di jalan Allah
  • Melakukan muhasabah (introspeksi) harian dengan membandingkan antara program-program persiapan di atas dan tingkat keberhasilan pelaksanaannya.
Inilah sekelumit amalan sunnah di bulan Sya’ban dan persiapan yang selayaknya dilakukan oleh kaum muslimin dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.
Semoga kita termasuk golongan yang bisa berniat, berucap, dan berbuat yang terbaik di bulan Sya’ban dan Ramadhan yang akan datang. Hanya kepada Allah SWT kita memohon petunjuk dan pertolongan.
Wallahu a’lam bish shawab..

SUMBER : http://www.arrahmah.com/

Continue Reading...

Tuesday, 17 May 2016

SYIAH BUKAN ISLAM, TAPI AGAMA BARU

No comments:

Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan 35 point tentang Syiah bukan Islam.
  1. Syiah bukan Islam – sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita  pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.
  2. Syiah bukan Islam – Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia  termasuk rezim yang berkuasa di Iran.
  3. Syiah bukan Islam – Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Syiah Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat.
  4. Syiah bukan Islam – Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.
  5. Syiah bukan Islam – Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah wordlview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tsb.
  6. Syiah bukan Islam – Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.
  7. Syiah bukan Islam – Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep ke esa an dalam Islam
  8. Syiah bukan Islam – Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain.
  9. Syiah bukan Islam – Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir.”
  10. Syiah bukan Islam – Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.
  11. Syiah bukan Islam – Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.
  12. Syiah bukan Islam – Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina.  Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.
  13. Syiah bukan Islam – Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab  yang empat, Ahlussunnah.  Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).
  14. Syiah bukan Islam – Istri tercinta Nabi,Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.
  15. Syiah bukan Islam – Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.
  16. Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.
  17. Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.
  18. Syiah bukan Islam – Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.
  19. Syiah bukan Islam – Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.
  20. Syiah bukan Islam – Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).
  21. Syiah bukan Islam – Karena itu cara tepat mengenal Syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mrk sesungguhnya.
  22. Syiah bukan Islam – Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuan.
  23. Syiah bukan Islam – Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.
  24. Syiah bukan Islam – Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah.
  25. Syiah bukan Islam – Maka jangan heran jika mereka mengaburkan fakta-fakta Syiah Sampang. Karena itu bagian dari aqidah. Teologi kebohongan  itulah taqiyah.
  26. Syiah bukan Islam – Waspadalah Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau kirim relawan ke Suriah bantu rezim Asad.
  27. Syiah bukan Islam – Seorang pengurus PBNU pernah menulis, Syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka sedang siapkan revolusi
  28. Syiah bukan Islam – Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini yang mewajibkan Syiah untuk revolusi di negara masing-masing.
  29. Syiah bukan Islam – Gerakan Syiah didukung kelompok liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak dan sesat yang dilekatkan pada Islam didukung Syiah. Mereka sekarang bersatu.
  30. Syiah bukan Islam – visi Syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur’an.
  31. Syiah bukan Islam – Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.
  32. Syiah bukan Islam – contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.
  33. Syiah bukan Islam – Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. FiIsalafatnya mengadopsi paripatetik.
  34. Syiah bukan Islam – Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika muslim anti liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama-sama ideologi perusak Islam.
  35. Syiah bukan Islam – Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal.

SUMBER : http://www.arrahmah.com/
Continue Reading...

Saturday, 14 May 2016

Yesus Bukan Tuhan

No comments:

  • بسم الله الر حمن الر حيم
    مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
    • Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling. (QS. 5:75)

    Perhatikanlah penjelasan dari sodara Ilham Othmany tentang bukti-bukti dari bible yg menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan berikut:
    “Berhubung dengan ketujhanan yesus berikut bukti-bukti dari bible yg menunjukkan yesus bukan Tuhan dan orang-orang kristian selama ini hanya percaya tanpa dalil.
    Bagi saya membuat pendalilan dari mana-mana kitab mestilah dengan dalil yg pasti dan mertabat dalil itu tidak lari dari tiga mertabat;
    1) Dalil yg pasti lafzi. Iaitu ungkapan terhadap sesuatu oleh sesebuah kitab dengan bahasa yg tidak mengandungi makna ganda dan mengarah hanya kepada satu maksud. Wajib diterima tanpa soal.
    2)Dalil pasti maknawi. Iaitu ungkapan sesuatu dari sesebuah kitab dengan perkataan yg mempunyai hanya dua makna. Maka utk menentukan maknanya yg sebenar di antara kedua makna itu perlu dilihat kepada dalil2 yg lain didalam kitab tersebut.Wajib diterima setelah jelas berdasarkan kepada dalil2 yg lain bhawa maksud yg lagi satu itu yg dikehendaki.
    3)Dalil samar. Yaitu apabila perkataan yg digunakan mempunyai lebih daripada dua maksud samada tiga
    atau lebih. Perlu dilihat kepada dalil2 lain yg berkaitan utk melihat mana yg lebih berat.Tidak ada kewajiban utk menerima satu2 maksud yg tertentu. Setiap satunya boleh diterima atau ditolak dan memilih hanya satu maksud yg dirasakan sesuai utk diamalkan.
    Mungkin anda tidak bersetuju dengan pendapat saya karena anda mempunyai kepentingan anda sendiri tetapi sesiapapun yg mahu membuat pertimbangan yg adil pasti bersetuju dengan sistematika di atas.
    Pendalilan atas ketuhanan Yesus jika ditinjau di dalam kitab injil bukan pendalilan mertabat yg pertama karena jelas yesus tidak pernah mengatakan akulah tuhan dan sembahlah aku. Tidak juga pada mertabat yg kedua karena kata-kata yesus atau mukjizat-mukjizat yg dilakukannya yg dianggap oleh kebanyakan orang kristian kononnya sebagai menyatakan ketuhanannya justru dibantah oleh dalil-dalil lain yg lebih kuat yang secara pasti dan lafzi menafikan ketuhanannya. Adapun mertabat yg ketiga tidak ada kena mengena dengan perbincangan karena perbincangan kita di sini ialah utk menentukan apakah yesus itu Tuhan atau tidak menurut al kitab yang mana tidak lari dari dua. Tuhan atau tidak. Tidak ada yang ketiga. Semua nas -nas bible yg anda katakan ‘banyak’ mengungkapkan ketuhanan yesus itu menurut saya adalah nas2 yg tidak berarti sama sekali karena terkeluar dari kontak pendalilan.
    Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
    (Yohanes 14:6)

    Sebelum Yesus menyampaikan kata-kata di injil Yohanes 14:6
    Dia berkata: “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal, jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu, sebab aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” [Yohanes 14: 2]

    Pernyataan yang begitu jelas di ayat tersebut menekankan bahwa Yesus pergi untuk mempersiapkan “sebuah” tempat tinggal, bukan untuk mempersiapkan “semua” tempat tinggal “Di Rumah BapaKu.” Perhatikan perkataan yg digunakan adalah “bagimu” bukan bagi semua manusia.
    Terbukti Nabi-Nabi yang datang sebelum Yesus, dan seorang Nabi yang datang sesudahnya, juga mempersiapkan tempat tinggal lain bagi para pengikutnya.
    Seorang Rasul/Nabi yang datang sesudah Yesus (Nabi Muhammad SAW ) terbukti telah menunjukkan jalan yang sekarang berlaku bagi tempat tinggal baru dalam Kerajaan Sorga.

    Di samping itu; ayat di atas dengan jelas menyatakan; Yesus adalah “JALAN” menuju tempat tinggal. Perkataan jalan tidak mengindikasikan ketuhanan. Apa halangannya untuk seorang mengatakan “perbuatan baik adalah jalan ke surga”. Begitu juga “Sedekah adalah jalan ke surga “, “Mengingati Tuhan adalah jalan ke surga” dan seumpamanya. Tentu bisa saja. Padahal perbuatan baik, sedekah dan lain-lain kebajikan bukan Tuhan itu sendiri.
    Adalah kebodohan jika ada orang meyakini bahwa Yesus (atau Nabi manapun) sebagai Tuhan hanya karena mereka dinyatakan sebagai jalan menuju Tuhan. Mengapa orang kristian tidak menterjemahkan ‘jalan’ sebagai ‘cara’? Mengapa mesti dipaksakan jalan itu adalah berarti Tuhan? Padahal di banyak tempat di dalam bible ada berpuluh bukti bahawa yesus bukan Tuhan dan tidak ada juga bukti Tuhan akan menjadi manusia utk menebus dosa. Coba semak ayat2 berikut:
    Injil -Yohanes 1: 18 : “Tak seorangpun pernah melihat Tuhan.”
    Injil – 1 Timotius 6: 16 : “Tuhan tidak pernah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya….”
    Injil – Keluaran 33: 20 : “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan me-mandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.”

    Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan Tuhan :
    • Yohanes, 20:17 à “Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu.”
    • Yohanes, 8:54 à “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa/Allah-kulah yang memuliakanku.”
    • Matius, 18:19 à “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa/Allah-ku di sorga.”
    • Markus, 10:18 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”
    • Matius, 7:21à “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! Akan masuk kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa/Allah-ku disorga.”
    • Lukas, 18:19 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”
    • Matius 19-17 à “Hanya Satu yang baik … turutilah perintah Allah.”
    • Semua yang tidak mengakui dirinya sebagai Tuhan, ia tidak pantas disebut sebagai Tuhan.
    • Karena Tuhan pasti menyebut diri-Nya sebagai Tuhan : Im 19:31 & Yes 43:11.

    Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu (bukan tiga), yaitu Allah Tuhannya Yesus dan Tuhannya alam semesta :
    • Matius, 4:10 à “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”
    • Matius, 23:8 à “Hanya satu Rabimu.”
    • Markus, 12:29 à “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”
    • Markus, 12:32 à “Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah).” = Laa Ilaaha Illallah
    • Lukas, 10:21 à “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.”
    • Yohanes, 5:44 à “Allah yang Esa.”
    • Yohanes, 17:3 à “Mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.”
    • Semua yang lebih dari satu, tidak pantas disebut sebagai Tuhan karena Tuhan Maha Satu. Laa Ilaaha illallah (Tiada tuhan selain Allah), senada dengan :
    ü Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu : Ulangan, 4:35
    ü Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu : Ulangan, 6:4
    ü Allah adalah nama Tuhan untuk selama-lamanya (bukan Yesus) : Keluaran, 3:15
    ü Laa Ilaah Illallah (Tiada tuhan selain Allah) : Yesaya, 46:9.

    Yesus berkata bahwa Tuhan/Bapa/Allah ada di sorga (bukan Yesus yang ada di bumi) :
    • Matius, 23:9 à “Janganlah kamu menyebut siapapun Bapa/Allah di bumi ini, karena hanya satu Bapa/Allah-mu, yaitu Dia yang di sorga.”
    • Matius, 6:9 à “Bapa/Allah kami yang di sorga.”
    • Matius, 5:48 à “Bapa/Allahmu yang di sorga adalah sempurna.”
    • Matius, 10:32 à “Di depan Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Matius, 12:50 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Matius, 15:13 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Matius, 16:17 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Yohanes, 6:32-33 à “Bapa/Allah-Ku yang memberikan kamu roti dari sorga.”
    • Matius, 18:10 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Matius, 18:19 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Matius, 7:21-23 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
    • Semua yang ada di bumi adalah ciptaan Allah dan tidak pantas disebut sebagai Tuhan :
    ü Kejadian, 1 & 2 à “Allah menciptakan langit dan bumi.”
    ü Lukas, 10:21 à “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.”
    • Tuhan memang tidak dapat dilihat di bumi oleh manusia biasa :
    ü Yohanes, 1:18 à “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.”
    ü 1Timotius, 6:16 à “Dan memang manusia tidak dapat melihat Dia/Allah.”
    ü Kel 19:24 à “Rakyat tidak boleh menghadap Tuhan, supaya jangan dilanda-Nya.”
    ü Kel 20:19 à “Janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”
    ü Kel 33:20-23 à “Tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

    Yesus mengatakan bahwa dirinya hanya seorang Rasul/Nabi/utusan Tuhan/pemimpin :
    • Yohanes, 12:49 à “Bapa/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Matius, 15:24-26 à “Aku diutus hanya kepada … umat Israel .” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 17:3 à “Yesus yang telah Engkau (Allah) utus.” = Rasul Allah.
    • Matius, 10:40 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Matius, 23:10 à “Hanya satu pemimpinmu yaitu Mesias.” = hanya Pemimpin umat.
    • Markus, 6:4-6a à “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
    • Lukas, 4:18 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Lukas, 4:24 à “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
    • Lukas, 4:43 à “Untuk itulah aku diutus.” = Rasul Allah.
    • Lukas, 7:16 à “Yesus membenarkan orang yang mengatakan dirinya hanya Nabi.”
    • Lukas, 7:39 à “Yesus diam saja, ketika orang menyebut dirinya hanya seorang Nabi.”
    • Lukas, 9:48 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Lukas, 10:16 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 4:34 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 4:44 à “Yesus bersaksi bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
    • Yohanes, 4:19 à “Yesus membenarkan wanita yang menyebut dirinya hanya Nabi.”
    • Yohanes, 6:38 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 6:39 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 6:57 à “Bapa/Allah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 7:16 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 7:33 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 8:29 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 8:18 à “Bapa/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 9:4 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 11:42 à “Engkaulah (Allah) yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Yohanes, 17 :6-9 à “Engkaulah (Allah) yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
    • Semua yang diutus Tuhan adalah hamba Tuhan : Mat 12:17 & Kis 4:27.
    • Hamba Tuhan tidak pantas disebut sebagai Tuhan: Mat 19:17 & Luk 18:18 & Mark 10:18.
    Nah semua dalil yg menunjukkan bahawa Yesus bukan Tuhan,dan Tuhan tidak akan sama dengan manusia bertaraf pasti lafzi. Tidak menerima tafsiran selain daripada perkataan asalnya.

    Dalil pasti lafzi-
    Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?( Yesaya 46:5)

    1)Tuhan melarang diriNya disamakan dengan sesuatu
    2)Tuhan sendiri tidak akan melakukan perkara yg menyebabkan Dia dapat disamakan dengan sesuatu.
    Berdasarkan dalil di atas dapat ditarik kesimpulan Tuhan tidak mungkin menjadi sesuatu yg serupa makhluknya sehingga nanti Dia akan dianggap sama dengan makhluk. Oleh itu Tuhan tidak mungkin akan menjadi serupa manusia.
    Contoh lain:
    “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.” Markus, 10:18
    Ayat diatas secara pasti dan lafzi yesus menolak dirinya sebagai baik dan sekaligus menolak dirinya adalah Allah.
    Daripada dua contoh diatas al kitab secara pasti dan lafzi menolak bahawa Allah akan menjadi manusia dan menolak bahawa yesus adalah Allah. Oleh karena ayat diatas adalah pasti dan lafzi maka dalilnya adalah kuat dan sepatutnya dijadikan landasan di dalam mentafsirkan apa saja ayat yg lain di alkitab yg terkait dengan ketuhanan.
    Misalnya ayat yg Yohannes:1
    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    Yohanes 14
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
    Ayat Yohanes 1 dan Yohanes 14 itu yg oleh orang kristian ditafsirkan sebagai menyatakan ketuhanan Yesus kalau dilihat dari segi aturan pendalilan yg benar hendaklah mengambil kira ayat-ayat ( Yesaya 46:5) dan Markus, 10:18 yaitu Allah tidak mungkin menjadi manusia dan Yesus itu bukan Allah sehingga Yohanes 1 dapat diartikan bahawa Allah telah berjanji sejak azali(pada mulanya adalah firman) dan dalam Yohanes 14 menerangkan janji Allah itu digenapi dengan mengutus Yesus sebagai nabi…. dan perkataan anak tunggal tidak boleh diartikan secara harfiah bahkan maksudnya ialah orang/makhluk yg berpangkat nabi yg dikasihi Allah.Lihat bagaimana perkataan anak yg digunakan ke atas selain yesus di banyak tempat di dalam Al kitab.
    Soal Yesus mengetahui keadaan surga itu dapat dipahami dengan mudah bahawa Yesus telah diberitahu oleh Allah keadaan surga itu. Kan dia nabi yg mendapat wahyu? Makanya pengetahuannya tentang surga tidak mengindikasikan ketuhanannya karena siapa saja bisa mengetahui keadaan disurga jika diberitahu oleh Allah. Soal yesus melakukan keajaiban juga dapat dipahami dengan mudah yaitu itu adalah mukjizat yg dikurniakan Allah kepada yesus dan berlakunya itu bukan dengan kuasa Yesus tetapi dengan kuasa Allah. Seperti mukjizat membelah laut berlaku ke atas Musa yg dilakukan oleh Allah tapi hanya lewat Musa.Bukan dengan kuasa Musa.Sama mukjizat yesus bukan dengan kuasa Yesus.

    Satu lagi kesilapan anda dan lain-lain kristiani ialah tentang memahami sifat dan kalam Allah. Apabila kita mengatakan Allah itu bersifat berkata-kata maka dalam pikiran anda seolah –olah dua perkara iaitu Allah dan berkata-kata. Seolah –olah wujud semacam dualisme antara Allah dan firmanNya padahal tidak. Seolah-olah bagi anda sifat kalam Allah mempunyai wujud yg asing sendiri lalu bersatu dengan zat Allah seperti bercampurnya gula di dalam air. Padahal hakikatnya kalam Allah itu tidak mempunyai wujud yang asing sendiri sebaliknya ia hanyalah makna bagi zat Allah yg berkata-kata. Sifat2 Allah hanyalah makna kepada zat Allah termasuklah sifat kalam dan firman itu. Anda tahukan apa yg dikatakan ‘makna’? Seperti pokok di dalam bahasa Indonesia bila hendak dimaknakan kita akan menyebut semua sifat-sifatnya seperti kita kata tumbuhan yg berakar, berbatang , berdahan beranting dan berdaun. Di dalam hal ini adanya batang, akar, dahan, ranting dan daun adalah diri pokok itu sendiri yaitu merujuk zat yg sama. Tidak ada dualisme antara pokok dan batangnya seperti tidak ada dualisme antara Allah dan firmannya. Jadi adalah mustahil firman Allah akan menjadi suatu yg lain karena ini samalah seperti kita katakan Allah sendiri menjadi yg lain. Perkara ini adalah mustahil. Bahkan nas al kitab terang-terangan menolak perkara ini. Ingat lagi
    Yesaya 46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? Jadi firman Allah yg menjadikan manusia itu hakikatnya tidak menjadi manusia tetapi manusia itu dijadikan Allah dengan Allah itu berfirman kun yaitu jadilah maka jadilah manusia itu. Tetapi sayang, orang kristian memahamkan firman itu ‘bertukar’ menjadi jasad manusia. Inilah kesilapan yg dilakukan oleh orang kristian.

    Kita hanya punya dua pilihan. Samada Yuhana fasal 1 ditafsirkan dengan tafsiran yg tidak membawa kepada ketuhanan yesus atau injil mempunyai pertentangan dengan PL (Yesaya 46:5) atau dengan Markus 10:18 sebagai pertentangan yg tidak bisa diharmonikan. Jika memilih yg pertama berarti Yesus bukan Tuhan dan isu penebusan dosa adalah rekayasa. Jika memilih yg kedua berarti injil mengandungi kesalahan. Dan kitab yg mengandungi kesalahan bukanlah sebuah kitab yg datang dari Tuhan-Ok Case closed!
    Wahai orang-orang kafir Tuhan tidak mungkin menurunkan satu agama yg isi kitabnya bertentangan antara satu sama lain. Kitab yg mempunyai pertentangan ayat-ayatnya adalah kitab rekayasa dan bukan kitab Tuhan. Bertobatlah kalian selagi nyawa dikandung badan. Tuntutlah kebenaran Islam sebelum jasad dikandung tanah. Dunia ini jauh karena kita akan meninggalkannya, akherat itu sangat hampir kerana kita akan menuju ke situ. Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian selamat.”

    SUMBER : perhatikanlah.wordpress.com
    Continue Reading...

    Tuesday, 10 May 2016

    10 Sahabat Rasulullah yang Dijamin Masuk Surga

    No comments:



    Assalamu'alaikum dan salam sejahtera semua. Apa khabar semua? Harap semua sihatlah hendaknya. InsyaALLAH. Hari ni aku nak kongsikan tentang kisah Para Sahabat r.hum pulak. Kehebatan tentang kisah dan diri mereka tu sendiri memang terlalu seronok diceritakan dan takkan luak walaupun diulang banyak kali. Kalau nak dilihatkan pada 'MAIN TITLE' yang terpampang kat atas tu, mesti ada yang dah mengetahui kisah yang ada disebaliknya. Tapi tak salah rasanya untuk berkongsi kembali perkara baik ni berulang-ulang kali. Mungkin di antara 10 orang yang sudah mengetahui terdapat 1 atau 2 orang yang masih tidak mengetahuinya. Mungkin ada jugak ada yang dah baca tapi sudah lupa atau ada yang sudah membacanya tapi langsung tak ambil pengajaran dan tauladan daripadanya.

    Jadi untuk kali ini mari kita sama-sama mendalami dan simpankan azam/niat/tekad/cita-cita untuk mengikuti ataupun meniru serba sedikit sifat dan keperibadian mulia mereka. InsyaALLAH. Mana tahu ALLAH SWT akan pandang niat murni kita tu lalu kabulkan permintaan kita.



    Tanpa membuang masa lagi. Marilah sama-sama kita lihat dan terokai siapakah Para Sahabat r.hum yang telah dijanjikan Syurga tersebut....







    Siapakah dia sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang telah pun dijamin syurga oleh ALLAH SWT sejak mereka masih di dunia lagi? Sama-samalah kita mengenali diri mereka yang amat bertuah ini. Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk syurga berdasarkan hadith berikut: Tercatat dalam 'ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH' dari sahabat Abu Dzar r.a bahawa Rasulullah SAW masuk ke rumah Aisyah r.a dan bersabda: "Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar khabar gembira?" Aisyah menjawab : "Tentu, ya Rasulullah." Lalu Nabi SAW bersabda, "Ada sepuluh orang yang mendapat khabar gembira masuk syurga, iaitu : Ayahmu masuk syurga dan kawannya adalah Ibrahim, Umar masuk syurga dan kawannya Nuh, Utsman masuk syurga dan kawannya adalah Aku, Ali masuk syurga dan kawannya adalah Yahya bin Zakaria, Talhah masuk syurga dan kawannya adalah Daud, Azzubair masuk syurga dan kawannya adalah Ismail, Sa'ad masuk syurga dan kawannya adalah Sulaiman, Said bin Zaid masuk syurga dan kawannya adalah Musa bin Imran, Abdul Rahman bin Auf masuk syurga dan kawannya adalah Isa bin Maryam, Abu Ubaidah ibnu Jarrah masuk syurga dan kawannya adalah Idris a.s."




    Kisah singkat 10 Sahabat Radhiallahu Ta'ala Anhum :-



    • Abu Bakar bin Abi Qohafah (As-siddiq) r.a, adalah seorang Quraisy dari kabilah yang sama dengan Rasulullah SAW, hanya berbeza keluarga. Bila Abu Bakar r.a berasal dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah SAW berasal dari keluarga Hasyimi. Keutamaannya, Abu Bakar r.a adalah seorang pedagang yang selalu menjaga kehormatan diri. Ia seorang yang kaya, pengaruhnya besar serta memiliki akhlak yang mulia. Sebelum datangnya Islam, beliau adalah sahabat Rasulullah SAW yang memiliki karakter yang mirip dengan Rasulullah SAW. Belum pernah ada orang yang menyaksikan Abu Bakar r.a minum arak atau pun menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta. Begitu banyak kemiripan antara beliau dengan Rasulullah SAW sehingga tak hairan kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah SAW wafat. Rasulullah SAW selalu mengutamakan Abu Bakar r.a berbanding para sahabatnya yang lain sehingga nampak menonjol di tengah -tengah orang lain.
    Rasulullah SAW bersabda : "Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh umat nescaya akan lebih berat keimanan Abu Bakar." (HR. Baihaqi)


    Al Quran pun banyak mengisyaratkan sikap dan tindakannya seperti yang dikatakan dalam firman-Nya, surah Al Lail ayat 5-7, 17-21. Surah Fushilat ayat 30. At Taubah ayat 40. Dalam masa yang singkat sebagai Khalifah, Abu Bakar r.a telah banyak memperbaharui kehidupan kaum muslimin, memerangi nabi palsu, dan kaum muslimin yang enggan membayar zakat. Pada masa pemerintahannyalah penulisan Al Quran dalam lembaran-lembaran dimulai.



    • Umar Ibnu Khattab r.a, ia berasal dari kabilah yang sama dengan Rasulullah SAW. Umar r.a masuk Islam setelah bertemu dengan adiknya Fatimah r.a dan suami adiknya Said bin Zaid r.a pada tahun keenam kenabian. Dan sebelum Umar r.a memeluk Islam, telah ada 39 orang lelaki dan 26 wanita yang memeluk Islam. Di sisi kaumnya Umar r.a dikenali sebagai seorang yang pandai berbincang, berdialog, memecahkan permasalahan serta berwatak kasar. Setelah Umar r.a masuk Islam, dakwah kemudian dilakukan secara terang-terangan. Begitupun di saat hijrah, Umar r.a adalah segelintir orang yang berhijrah dengan terang-terangan. Ia sengaja berangkat pada siang hari dan melewati rombongan Quraisy. Ketika melewati mereka, Umar r.a berkata, "Aku akan meninggalkan Mekah dan menuju Madinah. Siapa yang ingin menjadikan ibunya kehilangan puteranya atau ingin anaknya menjadi yatim, silakan menghalang aku di belakang lembah ini!" Mendengar perkataan Umar r.a tak seorang pun yang berani mencegah Umar r.a. Banyak pendapat Umar r.a yang dibenarkan oleh ALLAH SWT dengan menurunkan firman-Nya seperti saat peristiwa kematian Abdullah bin Ubay, ataupun saat penentuan perlakuan terhadap tawanan perang Badar, pendapat Umar dibenarkan ALLAH dengan turunnya ayat 67 surat Al Anfal.
    Sebagai khalifah Islam yang kedua, Umar adalah seorang yang sangat menitikberatkan kesejahteraan rakyatnya, sampai setiap malam ia berkeliling kerana khuatir masih ada yang belum dipenuhi keperluannya. 




    • Utsman bin Affan r.a. Terdapat sebuah Hadith yang menggambarkan keperibadian Utsman r.a: "Orang yang paling berkasih sayang di antara ummatku adalah Abu Bakar, dan paling teguh dalam menjaga ajaran ALLAH adalah Umar, dan yang paling bersifat pemalu adalah Utsman." (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi). 

    Utsman r.a adalah seorang yang sangat dermawan. Dalam sebuah persiapan pasukan, pernah Utsman r.a yang membiayainya seorang diri. Setelah kaum muslimin berhijrah. Di saat menhadapi kesulitan air, Utsman telah yang membeli sumur dari seorang Yahudi untuk kepentingan kaum muslimin. Pada masa kepemimpinannya Utsman r.a merintis penulisan Al Quran dalam bentuk mushaf. Dari lembaran-lembaran yang mulai ditulis pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a.




    • Ali bin Abi Talib r.a, merupakan sepupu Rasulullah SAW dan kanak-kanak pertama yang masuk Islam. Beliau yang menggantikan posisi Rasulullah SAW di tempat tidurnya saat Baginda berhijrah. Semasa berlakunya perang Badar, Ali r.a menumpaskan seorang jaguh Quraisy iaitu Walid ibni Utba. Beliau mengahwini Fatimah r.a, anak Rasulullah SAW. Ketika itu beliau berumur 25 tahun dan Fatimah berumur 18 tahun. Kerana kemiskinannya Ali r.a menjual baju besi perangnya untuk dijadikan mahar. Walaupun begitu para sahabat lain seperti Saidina Abu Bakar, Saidina Umar, Saidina Utsman dan Saidina Abdurrahman bin Auf berbesar hati mengeluarkan perbelanjaan majlis perkahwinan kedua pengantin itu demi memuliakan Rasulullah SAW, kekasih yang amat mereka cintai.

    • Talhah bin Ubaidillah r.a yang pada perang Uhud terkena lebih dari tujuh puluh tikaman atau panah serta jari tangannya putus. Namun Talhah r.a yang sangat berani dan kuat inilah yang menjadi perisai melindungi Rasulullah S.A.W di saat-saat genting, beliau memapah Rasulullah S.A.W yang tubuhnya telah berdarah menaiki bukit Uhud yang berada di hujung medan pertempuran saat kaum musyrikin pergi meninggalkan medan peperangan kerana menganggap bahawa Rasulullah SAW telah wafat. Saat itu Talhah r.a berkata kepada Rasulullah SAW, "Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah dan ibuku." Nabi SAW tersenyum seraya berkata, "Engkau adalah Talhah kebajikan." Sejak itu beliau mendapat julukan Burung Helang hari Uhud. Rasulullah SAW pernah berkata kepada para sahabatnya, "Orang ini termasuk yang gugur dan barang siapa yang senang melihat seorang yang syahid berjalan di muka bumi maka lihatlah Talhah."

    • Azzubair bin Awwam r.a adalah sahabat karib Talhah r.a. Beliau memeluk Islam pada usia 15 tahun dan berhijrah pada usia 18 tahun. Dengan seksaan yang dia terima dari pakciknya sendiri. Kepahlawanan Azzubair ibnu Awwam r.a terlihat dalam perang Badar saat ia berhadapan dengan Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Azzubair ibnu Awwam r.a berhasil menombak kedua matanya sehingga akhirnya ia tersungkur tak bergerak lagi, hal ini membuat pasukan Quraisy ketakutan.
    Rasulullah sangat mencintai Azzubair ibnu Awwam r.a. Beliau pernah bersabda, "Setiap nabi memiliki pengikut pendamping yang setia (hawari), dan hawariku adalah Azzubair ibnu Awwam." 

    Azzubair ibnu Awwam r.a adalah suami Asma binti Abu Bakar r.a yang menghantarkan makanan pada Rasulullah SAW saat Baginda berhijrah bersama ayahnya. Pada masa pemerintahan Umar r.a, saat panglima perang menghadapi tentera Romawi di Mesir. Amr bin Ash r.a meminta bala bantuan pada Amirul Mukminin. Umar r.a mengirimkan 4000 tentera yang dipimpin oleh 4 orang panglima, dan ia menulis surat yang isinya, "Aku mengirim empat ribu tentera bantuan yang dipimpin oleh 4 orang sahabat terkemuka dan masing-masing bernilai 1000 orang. Tahukah anda siapa empat orang panglima itu? Mereka adalah Ubadah ibnu Assamit, Almiqdaad ibnu Aswad, Maslamah bin Mukhalid, dan Azzubair bin Awwam." Demikianlah dengan izin Allah, pasukan kaum muslimin berhasil meraih kemenangan. 



    • Abdurrahman bin Auf r.a, adalah seorang pedagang yang berjaya. Namun saat berhijrah dia meninggalkan semua harta yang telah dia usahakan sekian lama. Namun selepas berhijrah ke Madinah, beliau kembali menjadi seorang yang kaya raya. Dan saat beliau meninggal, wasiat beliau adalah agar setiap peserta perang Badar yang masih hidup mendapat 400 dinar. Sedangkan yang masih hidup saat itu hanya sekitar 100 orang, termasuk Ali r.a dan Utsman. r.a. Beliau pun berwasiat agar sebahagian hartanya diberikan kepada Ummahatul muslimin, sehingga Aisyah r.a berdoa: "Semoga Allah memberi minum kepadanya air dari mata air Salsabil di syurga."


    • Saad bin Abi Waqqash r.a. Beliau adalah orang yang mula-mula melepaskan anak panah pertama dalam membela agama ALLAH dan juga orang yang mula-mula terkena anak panah. Seorang yang keislamannya sangat dikecam oleh ibunya, namun tetap tabah, dan kukuh pada keIslamannya. Saad bin Abi Waqqash r.a memeluk Islam sewaktu berusia l7 tahun, dan keislamannya termasuk yang terdahulu di antara para sahabat. Hal ini pernah diceritakannya sendiri, katanya:
    "Pada suatu saat saya beroleh kesempatan termasuk 3 orang pertama yang masuk Islam." 

    Maksudnya bahawa beliau adalah salah seorang di antara tiga orang yang paling awal masuk Islam. Sesungguhnya Saad bin Abi Waqqash r.a adalah pakcik Nabi SAW juga. Kerana dia adalah dari Bani Zuhrah sedangkan Bani Zuhrah adalah keluarga Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah SAW. 



    • Said bin Zaid r.a, beliau adalah adik ipar Umar r.a. Adalah orang yang dididik oleh seorang ayah yang beroleh hidayah Islam tanpa melalui kitab atau nabi mereka seperti halnya Salman Al Farisi r.a, dan Abu Dzar Al Ghifari r.a. Banyak orang yang lemah berkumpul di rumah mereka untuk memperoleh ketenteraman dan keamanan, serta penghilang rasa lapar, kerana Said bin Zaid r.a adalah seorang sahabat yang sangat dermawan dan murah hati.


    • Abu Ubaidah Ibnu Jarrah r.a, yang akhirnya terpaksa membunuh ayahnya saat perang Badar sehingga ALLAH menurunkan ayat Quran surah Al Mujadilah ayat 22. Begitupun dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah yang mencabut besi tajam yang terlekat pada kedua rahang Rasulullah SAW, dan dengan berbuat begitu beliau rela kehilangan giginya. Abu Ubaidah r.a mendapat gelaran dari Rasulullah SAW sebagai pemegang amanah umat, seperti dalam sabda Baginda: "Tiap-tiap umat ada orang pemegang amanah, dan pemegang amanah umat ini adalah Abu Ubaidah Ibnu Jarrah."
    Begitulah serba sedikit kisah dan keperibadian 10 sahabat yang telah dijamin masuk syurga oleh ALLAH SWT dan Rasul-Nya SAW di atas sumbangan dan pengorbanan besar mereka terhadap Islam. Mudah-mudahan kita semua mendapat iktibar dan pedoman untuk mengikuti jejak langkah mereka semua. InsyaAllah. Aamin...

    SUMBER : http://kum-pun.blogspot.co.id/
    Continue Reading...